RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1
kota Jambi
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester :
XI/1
Alokasi
Waktu : 2x 45 menit
A.
Standar
Kompetensi
Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara
pengukurannya.
B.
Kompetensi Dasar
Kalor pembakaran
C.
Indikator Pencapaian Kompetensi
Kognitif: Produk
Ø
Menjelaskan
dampak pembakaran bahan bakar tidak sempurna terhadap lingkungan
Ø
Menjelaskan
pengertian kalor pembakaran.
Kognitif: Proses
Ø
Membandingkan
kalor pembakaran berbagai bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari.
Ø
Menghitung kalor
pembakaran berbagai bahan bakar.
Psikomotor
Ø
Dapat mengunakan
rumus untuk mengerjakan soal
Afektif
Ø
Aktif di kelas seperti mau bertanya, menyumbang
ide atau berpendapat, ada komunikasi, dan menjadi pendengar yang baik.
D.
Tujuan Pembelajaran
Pengetahuan: Produk
a.
Siswa dapat
menjelaskan pengertian kalor pembakaran.
b.
Siswa dapat
menjelaskan dampak pembakaran tidak sempurna terhadap lingkungan.
Pengetahuan: Proses
a.
Siswa dapat membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan bakar
dalam kehidupan sehari-hari.
b.
Siswa dapat
membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan makanan.
c.
Siswa dapat menganalisis
bahan bakar mana yang lebih baik digunakan jika dilihat dari segi panas
pembakarannya.
d.
Siswa dapat menghitung
kalor pembakaran berbagai bahan bakar jika beberapa komponen diketahui.
Afektif
a.
Siswa dapat aktif
di kelas dengan mau bertanya, menyumbangkan ide atau pendapat, ada komunikasi,
dan menjadi pendengar yang baik.
E.
Materi Pembelajaran:
Reaksi kimia yang umum digunakan untuk
menghasilkan energi adalah pembakaran, yaitu suatu reaksi cepat antara bahan
bakar denga oksigen yang disertai terjadinya api. Bahan bakar utama dewasa ini
adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Bahan
bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan atau
hewan. Pembentukan bahan bakar fosil ini memerlukan waktu ribuan sampai jutaan
tahun.
Kita dapat menghitung kalor pembakaran bahan
bakar dari hasil percobaan dengan cara:
·
Hitung kalor yang diserap air menggunakan rumus
qair = mair cpair ∆T(cpair = 4,18 J/gºC)
·
Hitung kalor pembakaran lilin = qair /
masa bahan bakar yang terbakar
Komposisi dan nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar
Kita menggunakan energi dalam
bentuk makanan dan minuman. Ada tiga komponen makanan yang memberikan energi,
yaitu lemak ,protein, dan karbohidrat. Nilai energi beberapa makanan:
Nilai energi makan dapat ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan kalorimetri bom. Energi dalam tubuh kita sangat penting karena:
a.
Energi dipakai untuk perubahan kimia dalam tubuh kita.
Perubahan kimia disebut metabolisme.
b.
Energi diperlukan untuk mempertahankan suhu tubuh kita.
c.
Energi diperlukan untuk kegiatan otot.
Minyak bumi yang merupakan bahan bakar utama ternyata
hasil pembakarannya memberikan dampak terhadap lingkungan.dampak yang
dihasilkan diantaranya:
·
Green house effect
·
Karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi
tubuh manusia karena bersifat racun.
·
Terjadinya hujan asam.
·
Timbulnya hujan asam dll.
F.
Metode Pembelajaran
1.
Pendekatan
Pembelajaran : Pendekatan
Proses
2.
Model
Pembelajaran : Pembelajaran langsung
3.
Metode :
Ceramah, diskusi informasi, tanya jawab
|
Kegiatan
|
Fase
|
Kegiatan
|
Alokasi Waktu
|
Terlaksana/
Tidak
|
|
Awal/Pendahuluan
|
Orientasi
|
·
Guru mengucapkan salam pembuka untuk mengawali proses
pembelajaran
·
Guru memeriksa kehadiran siswa
|
5 menit
|
|
|
Apersepsi
|
·
Guru menanyakan
pengertian ∆H pembakaran yang telah
dipelajari pada pelajaran sebelumnya.
|
|
||
|
Motivasi
|
·
Guru menanyakan
pada siswa saat memasak dengan menggunakan minyak tanah dan menggunakan
gas,yang mana lebih cepat memasakkan makanan
|
|
||
|
Pemberian Acuan
|
·
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk materi hari ini.
·
Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dalam
proses pembelajaran dengan sebelumnya menjelaskan sub-materi secara ringkas
|
|
||
|
|
||||
|
Inti
|
Eksplorasi
|
·
Guru
menampilkan slide pengertian kalor pembakaran.
·
Guru memimpin
diskusi kelas menyebutkan peristiwa pembakaran bahan bakar dalam kehidupan
sehari-hari seperti pembakaran dengan menggunakan minyak tanah, gas, batu
bara dll serta menampilkan slide data berbagai panas pembakaran berbagai
bahan bakar.
·
Guru meminta
siswa menganalisis bahan bakar mana yang baik digunakan jika dilihat dari
sisi panas pembakarannya.
·
Guru
menampilkan slide cara mencari panas pembakarahan bakar dengan menggunakan
percobaan sederhana.
·
Guru memberikan
contoh perhitungan mencari panas pembakaran dari data hasil percobaan.
·
Guru juga
memimpin diskusi kelas bagaimana kita mendapatkan energi dalam tubuh kita dan
menampilkan nilai energi berbagai bahan makanan.
·
Guru
menampilkan slide pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna dan dampaknya
dalam kehidupan sehari-hari.
·
Guru menanyakan
siswa yang mereka belum paham.
|
30 menit
|
|
|
Elaborasi
|
·
Guru memberikan
latihan soal mencari panas pembakaran berbagai bahan bakar.
·
Guru
berkeliling ke setiap anak membimbing siswa mengerjakan soal.
|
25 menit
|
|
|
|
Konfirmasi
|
·
Guru dan siswa bersama-sama membahas soal-soal
yang telah diberikan
·
Guru memberikan motivasi kepada siswa yang
belum bisa menyelesaikan tugasnya
·
Guru memberikan tanggapan positif berupa
penguatan pada siswa yang telah dapat menyelesaikan tugasnya
|
20 menit
|
|
|
|
Evaluasi
|
·
Guru menanyakan
siswa konsep yang mereka kurang paham
·
Guru memberikan
tugas kepada siswa untuk mencari artikel di koran atau internet terkait
dampak negatif kalor pembakaran bahan
bakar terhadap lingkungan
|
5 menit
|
|
|
|
Penutup
|
Penghargaan
|
· Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif
saat proses belajar berlangsung dan yang menjawab latihan soal dengan baik
|
5 menit
|
|
|
Refleksi
|
·
Guru dan siswa
bersama-sama menyimpulkan materi hari ini
·
Guru menutup pembelajaran
hari ini.
|
|
||
G.
Penilaian Hasil Belajar
1.
Indikator
Penilaian
|
Indikator Pencapaian
Kompetensi
|
Indikator Penilaian
|
Jenis/Teknik Penilaian
|
Bentuk penilaian
|
|
Kognitif: Produk
Ø
Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar tidak
sempurna terhadap lingkungan
Ø
Menjelaskan pengertian kalor pembakaran.
|
Kognitif:
produk
|
|
|
|
1.
C1
2.
C1
|
Tes
|
1. Tertulis
2. Lisan
|
|
|
|
|
|
|
|
Kognitif: Proses
Ø
Membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan
bakar dalam kehidupan sehari-hari.
Ø
Menghitung kalor pembakaran berbagai bahan bakar.
|
Kognitif: proses
1.
C3
2.
C3
|
Test
|
1.
Lisan
2.
Tertulis
|
|
Psikomotor
Ø Menggunakan rumus untuk menyelesaikan soal.
|
Psikomotor
1. P3
|
test
|
1. Tertulis
|
2.
Soal/ Alat Penilaian
1.
Pada pembakaran
satu mol etanol (C2H5OH) secara sempurna terbentuk karbon
dioksida dan air yang membebaskan kalor sebanyak 66,4 kkl
2.
Berapa mol yang
harus dibakar secara sempurna untuk memanaskan 100 gr air dari 25 ºC menjadi
100 ºC?
3.
Pembakaran 500 gr
kokas menaikan suhu 1 kg air dari 10 ºC menjadi 47 ºC. Hitunglah nilai kalor
kokas dalam kkal g-1
4.
Satu kg batu bara
antrasit mengeluarkan kalor sebesar 7300 kkal jika dibakar. Berapakah banyaknya
batu bara yang diperlukan untuk memanaskan 4,0 air dari suhu 30 ºC ke titik
didih air
5.
Berdasarkan data
nilai kalor pembakaran minyak tanah sebesar 46,88 kJ g-1 dan batu
bara (briket) 35 kJ g-1,
manakah yang lebih efisien digunakan dan adakah penghematan dengan menggunakan
batu bara, dan berikan pendapatmu dengan upaya pemerintah untuk memasarkan
briket sebagai pengganti minyak tanah?
3.
Kunci Jawaban
1.
C2H5OH + O2
2CO2 +
3 H2O ∆H= - 66,4 kkal
2.
Dik : mair=
100 gr
T1 =
25 ºC
T2
= 75 ºC
Dit : mol CO
Jwb : qair = m c ∆T
= 100 gr . 4,18 J/g
ºC (100 ºC-25 ºC)
= 31350 J
= 31,35 kJ
qco = qair /
masa CO yg terbakar
masa CO yg terbakar = qair/ qco
=31,35 kJ/283 kJ
=0,1107 gr
Mol = gr/Mr
=
0,1107/ 28
= 3,96 x
10-3 mol
3.
Dik : mair=
1 kg
T1 =
10 ºC
T2
= 45 ºC
Dit : qkokas dalam kkal/g
Jwb : qair = m c ∆T
= 1000 gr . 4,18 J/g
ºC (47 ºC-10 ºC)
= 154660 J
qkokas = qair /
masa kokas yg terbakar
= 154660/ 500
= 309,32 J/g
= 7,3929 x 10-2
kkal/g
4.
Dik : mair=
4 kg
T1 = 30 ºC
T2
= 100 ºC
Qantrasit
= 7300 kkal
Jwb : qantrasit = qair / masa antrasit yg terbakar
qair1=1000
. 7300
= 7300000 kkal
qair =
m c ∆T
= 4000 gr . 4,18 J/g ºC (100 ºC-30 ºC)
= 1170400 J
= 279,732 kkal
Masa antrasit = 279,732/7300
= 0,038 gr
5.
Yang paling
efisien adalah minyak tanah karena kalor pembakarannya lebih besar jika
dibandingkan dengan batu bara.
Lembar
observasi siswa untuk indikator penilaian afektif
|
No
|
Hal yang diamati pada
siswa
|
Skor
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
|
Siswa aktif belajar
sesuai aturan main (A1)
Siswa bersemangat mengikuti pelajaran
sampai selesai (A1)
Siswa mampu menghargai orang lain (A2)
Siswa berani menjawab (A2)
Siswa berani bertanya (A1)
Siswa mengerjakan tugas tepat waktu (A1)
Siswa mampu bekerjasama dengan teman (A2)
Siswa menjawab pertanyaan dengan tepat (A2)
Siswa merasa senang belajar (A2)
Selama belajar penuh dengan keceriaan (A2)
Siswa mempertahankan pendapatnya saat
diskusi (A4)
Siswa mendengarkan dalam proses
belajar-mengajar (A5)
Siswa melengkapi pendapat teman yang kurang
jelas (A3)
|
|||||
Jumlah :
Rata-rata nilai :
Persentase (%) :
Kualifikasi nilai :
Keterangan
Skor 1 : Sangat kurang
Skor 2 : Kurang
Skor 3 : Cukup
Skor 4 : Baik
Skor 5 : Sangat baik
Rumus untuk menentukan nilai kemampuan
aktivitas proses belajar adalah:
Skor maksimum
H.
Sumber Pembelajaran
·
Buku paket esis
·
Internet
·
Power point
Jambi, Agustus 2012
Mengetahui,
Kepala
Sekolah, Guru Kelas/Mata Pelajaran
Nur
Hadi,S.Pd Edi prihatin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar