Laman

Kamis, 20 Desember 2012

RPP KALORIMETRI 5


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan   :  SMA Negeri 1 kota Jambi
Mata Pelajaran         :  Kimia
Kelas/Semester         :  XI/1
Alokasi Waktu         :  2x 45 menit

A.    Standar Kompetensi
Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya.
B.     Kompetensi Dasar
Kalor pembakaran
C.    Indikator Pencapaian Kompetensi
Kognitif: Produk
Ø  Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar tidak sempurna terhadap lingkungan
Ø  Menjelaskan pengertian kalor pembakaran.
Kognitif: Proses
Ø  Membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari.
Ø  Menghitung kalor pembakaran berbagai bahan bakar.
Psikomotor
Ø Dapat mengunakan rumus untuk mengerjakan soal
Afektif
Ø  Aktif di kelas seperti mau bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, ada komunikasi, dan menjadi pendengar yang baik.
D.    Tujuan Pembelajaran
Pengetahuan: Produk
a.       Siswa dapat menjelaskan pengertian kalor pembakaran.
b.      Siswa dapat menjelaskan dampak pembakaran tidak sempurna terhadap lingkungan.
      Pengetahuan: Proses
a.       Siswa dapat membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Siswa dapat membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan makanan.
c.       Siswa dapat menganalisis bahan bakar mana yang lebih baik digunakan jika dilihat dari segi panas pembakarannya.
d.      Siswa dapat menghitung kalor pembakaran berbagai bahan bakar jika beberapa komponen diketahui.

Afektif
a.       Siswa dapat aktif di kelas dengan mau bertanya, menyumbangkan ide atau pendapat, ada komunikasi, dan menjadi pendengar yang baik.
                                                                    
E.     Materi Pembelajaran:  
Reaksi kimia yang umum digunakan untuk menghasilkan energi adalah pembakaran, yaitu suatu reaksi cepat antara bahan bakar denga oksigen yang disertai terjadinya api. Bahan bakar utama dewasa ini adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Bahan bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan atau hewan. Pembentukan bahan bakar fosil ini memerlukan waktu ribuan sampai jutaan tahun.
Kita dapat menghitung kalor pembakaran bahan bakar dari hasil percobaan dengan cara:
·         Hitung kalor yang diserap air menggunakan rumus qair = mair cpair T(cpair = 4,18 J/gºC)
·         Hitung kalor pembakaran lilin = qair / masa bahan bakar yang terbakar
Komposisi dan nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar

Kita menggunakan energi dalam bentuk makanan dan minuman. Ada tiga komponen makanan yang memberikan energi, yaitu lemak ,protein, dan karbohidrat. Nilai energi beberapa makanan:

Nilai energi makan dapat ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan kalorimetri bom. Energi dalam tubuh kita sangat penting karena:
a.       Energi dipakai untuk perubahan kimia dalam tubuh kita. Perubahan kimia disebut metabolisme.
b.      Energi diperlukan untuk mempertahankan suhu tubuh kita.
c.       Energi diperlukan untuk kegiatan otot.
Minyak bumi yang merupakan bahan bakar utama ternyata hasil pembakarannya memberikan dampak terhadap lingkungan.dampak yang dihasilkan diantaranya:
·         Green house effect
·         Karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena bersifat racun.
·         Terjadinya hujan asam.
·         Timbulnya hujan asam dll.
F.     Metode Pembelajaran
1.        Pendekatan Pembelajaran                : Pendekatan Proses
2.        Model Pembelajaran                         : Pembelajaran langsung
3.        Metode                                             : Ceramah, diskusi informasi, tanya jawab
    
Kegiatan
Fase
Kegiatan
Alokasi Waktu
Terlaksana/
Tidak
Awal/Pendahuluan
Orientasi
·            Guru mengucapkan salam pembuka untuk mengawali proses pembelajaran
·            Guru memeriksa kehadiran siswa







5 menit

Apersepsi
·           Guru menanyakan pengertian H pembakaran yang telah dipelajari pada pelajaran sebelumnya.

Motivasi
·           Guru menanyakan pada siswa saat memasak dengan menggunakan minyak tanah dan menggunakan gas,yang mana lebih cepat memasakkan makanan

Pemberian Acuan
·            Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk materi hari ini.
·            Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran dengan sebelumnya menjelaskan sub-materi secara ringkas


Inti
Eksplorasi
·           Guru menampilkan slide pengertian kalor pembakaran.
·           Guru memimpin diskusi kelas menyebutkan peristiwa pembakaran bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari seperti pembakaran dengan menggunakan minyak tanah, gas, batu bara dll serta menampilkan slide data berbagai panas pembakaran berbagai bahan bakar.
·           Guru meminta siswa menganalisis bahan bakar mana yang baik digunakan jika dilihat dari sisi panas pembakarannya.
·           Guru menampilkan slide cara mencari panas pembakarahan bakar dengan menggunakan percobaan sederhana.
·           Guru memberikan contoh perhitungan mencari panas pembakaran dari data hasil percobaan.
·           Guru juga memimpin diskusi kelas bagaimana kita mendapatkan energi dalam tubuh kita dan menampilkan nilai energi berbagai bahan makanan.
·           Guru menampilkan slide pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
·           Guru menanyakan siswa yang mereka belum paham.

30 menit

Elaborasi

·           Guru memberikan latihan soal mencari panas pembakaran berbagai bahan bakar.
·           Guru berkeliling ke setiap anak membimbing siswa mengerjakan soal.
25  menit

Konfirmasi
·           Guru dan siswa bersama-sama membahas soal-soal yang telah diberikan
·           Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum bisa menyelesaikan tugasnya
·           Guru memberikan tanggapan positif berupa penguatan pada siswa yang telah dapat menyelesaikan tugasnya

20 menit

Evaluasi
·       Guru menanyakan siswa konsep yang mereka kurang paham
·      Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari artikel di koran atau internet terkait dampak negatif  kalor pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
 5 menit

Penutup
Penghargaan
·      Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif saat proses belajar berlangsung dan yang menjawab latihan soal dengan baik




5 menit

Refleksi
·       Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi hari ini
·      Guru menutup pembelajaran hari ini.



G.    Penilaian Hasil Belajar                       
1.      Indikator Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator Penilaian
Jenis/Teknik  Penilaian
Bentuk penilaian
Kognitif: Produk
Ø  Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar tidak sempurna terhadap lingkungan
Ø  Menjelaskan pengertian kalor pembakaran.

Kognitif: produk


1.      C1

2.      C1
Tes
1.      Tertulis

2.      Lisan




Kognitif: Proses
Ø  Membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari.
Ø  Menghitung kalor pembakaran berbagai bahan bakar.

Kognitif: proses

1.      C3

2.     C3


Test


1.      Lisan

2.      Tertulis


Psikomotor
Ø  Menggunakan rumus untuk menyelesaikan soal.
Psikomotor
1.      P3



test

1.       Tertulis

2.      Soal/ Alat Penilaian
1.      Pada pembakaran satu mol etanol (C2H5OH) secara sempurna terbentuk karbon dioksida dan air yang membebaskan kalor sebanyak 66,4 kkl
2.      Berapa mol yang harus dibakar secara sempurna untuk memanaskan 100 gr air dari 25 ºC menjadi 100 ºC?
3.      Pembakaran 500 gr kokas menaikan suhu 1 kg air dari 10 ºC menjadi 47 ºC. Hitunglah nilai kalor kokas dalam kkal g-1
4.      Satu kg batu bara antrasit mengeluarkan kalor sebesar 7300 kkal jika dibakar. Berapakah banyaknya batu bara yang diperlukan untuk memanaskan 4,0 air dari suhu 30 ºC ke titik didih air
5.      Berdasarkan data nilai kalor pembakaran minyak tanah sebesar 46,88 kJ g-1 dan batu bara (briket)  35 kJ g-1, manakah yang lebih efisien digunakan dan adakah penghematan dengan menggunakan batu bara, dan berikan pendapatmu dengan upaya pemerintah untuk memasarkan briket sebagai pengganti minyak tanah?
3.      Kunci Jawaban
1.      C2H5OH + O2                   2CO2 + 3 H2O      H= - 66,4 kkal
2.      Dik : mair= 100 gr
         T1   =  25 ºC
          T2 = 75 ºC
Dit : mol CO
Jwb : qair = m c T
               = 100 gr . 4,18 J/g ºC (100 ºC-25 ºC)
               = 31350 J
               = 31,35 kJ
         qco = qair / masa CO yg terbakar
masa CO yg terbakar = qair/ qco
           =31,35 kJ/283 kJ
           =0,1107 gr
Mol = gr/Mr
        = 0,1107/ 28
        = 3,96 x 10-3 mol
3.      Dik : mair= 1 kg
         T1   =  10 ºC
          T2 = 45 ºC
Dit : qkokas dalam kkal/g
Jwb : qair = m c T
               = 1000 gr . 4,18 J/g ºC (47 ºC-10 ºC)
               = 154660 J
      qkokas = qair / masa kokas yg terbakar
                = 154660/ 500
                = 309,32 J/g
                = 7,3929 x 10-2  kkal/g
4.      Dik : mair= 4 kg
         T1   =  30 ºC
          T2 = 100 ºC
     Qantrasit = 7300 kkal
Jwb : qantrasit = qair / masa antrasit yg terbakar
              qair1=1000 . 7300
                     = 7300000 kkal
        qair    = m c T
                  = 4000 gr . 4,18 J/g ºC (100 ºC-30 ºC)
               = 1170400 J
               = 279,732 kkal
      Masa antrasit = 279,732/7300
                              = 0,038 gr

5.      Yang paling efisien adalah minyak tanah karena kalor pembakarannya lebih besar jika dibandingkan dengan batu bara.
Lembar observasi siswa untuk indikator penilaian afektif
No
Hal yang diamati pada siswa
Skor
1
2
3
4
5
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Siswa aktif belajar sesuai aturan main  (A1)

Siswa bersemangat mengikuti pelajaran sampai selesai (A1)
Siswa mampu menghargai orang lain (A2)
Siswa berani menjawab (A2)
Siswa berani bertanya (A1)
Siswa mengerjakan tugas tepat waktu (A1)
Siswa mampu bekerjasama dengan teman (A2)
Siswa menjawab pertanyaan dengan tepat (A2)
Siswa merasa senang belajar (A2)
Selama belajar penuh dengan keceriaan (A2)
Siswa mempertahankan pendapatnya saat diskusi (A4)
Siswa mendengarkan dalam proses belajar-mengajar (A5)
Siswa melengkapi pendapat teman yang kurang jelas (A3)
Jumlah                         :
Rata-rata nilai              :
Persentase (%)             :
Kualifikasi nilai           :
Keterangan
Skor 1 : Sangat kurang
Skor 2 : Kurang
Skor 3 : Cukup
Skor 4 : Baik
Skor 5 : Sangat baik
Rumus untuk menentukan nilai kemampuan aktivitas proses belajar adalah:
Nilai =        Jumlah skor yg dicapai           X 100 %
Skor maksimum



H.    Sumber Pembelajaran
·         Buku paket esis
·         Internet
·         Power point


                                                                                                                                         
                                                                                                      Jambi,        Agustus 2012

Mengetahui,
     Kepala Sekolah,                                                                 Guru Kelas/Mata Pelajaran





     Nur Hadi,S.Pd                                                                                 Edi prihatin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar