JALANAN kaca bertenaga surya? Ini adalah sebuah
konsep yang digagas oleh Scott Brusaw, seorang insinyur dari Idaho. Lewat
bantuan pemerintah federal dan General Electric, Brusaw menyempurnakan konsep
tentang jalan raya di masa depan.
Konsepnya adalah: Kaca super kuat dan sel-sel surya ditanamkan di bawah lapisan atas yang semuanya dapat berfungsi sebagai sarana transportasi sekaligus pembangkit energi.
Energi yang didapat dari sinar matahari bisa dimanfaatkan untuk memasok daya bagi perumahan dan kegiatan usaha di sekitar jalan raya atau untuk memasok daya pada marka jalan itu sendiri.
Sementara saat musim dingin bersalju, energi yang dikumpulkan dapat berguna sebagai alat pemanas permukaan jalan untuk melelehkan es dan salju sehingga mengeliminir kebutuhan besar armada kendaraan pembajak es.
Brusaw menegaskan bahwa pengembang kaca dapat menciptakan meterial yang cukup kuat. Urusan traksi dan daya tahan bukanlah suatu masalah bagi Brusaw. Yang benar-benar menjadi masalah adalah biayanya.
Brusaw memperkirakan, untuk mewujudkan gagasannya itu akan menelan biaya sekitar US$4,4 juta untuk setiap 1 mil atau Rp24,6 miliar untuk membuat jalan terbuat dari kaca sepanjang 1 km. Memang benar teknologi dapat menghasilkan uang dan akan mengembalikan keuntungan yang besar, namun biaya investasi awalnya sangat mengerikan.
Brusaw berharap untuk mulai membuktikan efektifitas teknologi tersebut dan ia akan melakukannya dengan bentuk yang lebih kecil dengan mengubah lahan parkir yang sudah ada. Luasnya lahan parkir dapat dimanfaatkan untuk menangkap panas sinar matahari yang energinya dapat dimanfaatkan sebagai stasiun pengisian bagi kendaraan bertenaga listrik. (OL-07)
Konsepnya adalah: Kaca super kuat dan sel-sel surya ditanamkan di bawah lapisan atas yang semuanya dapat berfungsi sebagai sarana transportasi sekaligus pembangkit energi.
Energi yang didapat dari sinar matahari bisa dimanfaatkan untuk memasok daya bagi perumahan dan kegiatan usaha di sekitar jalan raya atau untuk memasok daya pada marka jalan itu sendiri.
Sementara saat musim dingin bersalju, energi yang dikumpulkan dapat berguna sebagai alat pemanas permukaan jalan untuk melelehkan es dan salju sehingga mengeliminir kebutuhan besar armada kendaraan pembajak es.
Brusaw menegaskan bahwa pengembang kaca dapat menciptakan meterial yang cukup kuat. Urusan traksi dan daya tahan bukanlah suatu masalah bagi Brusaw. Yang benar-benar menjadi masalah adalah biayanya.
Brusaw memperkirakan, untuk mewujudkan gagasannya itu akan menelan biaya sekitar US$4,4 juta untuk setiap 1 mil atau Rp24,6 miliar untuk membuat jalan terbuat dari kaca sepanjang 1 km. Memang benar teknologi dapat menghasilkan uang dan akan mengembalikan keuntungan yang besar, namun biaya investasi awalnya sangat mengerikan.
Brusaw berharap untuk mulai membuktikan efektifitas teknologi tersebut dan ia akan melakukannya dengan bentuk yang lebih kecil dengan mengubah lahan parkir yang sudah ada. Luasnya lahan parkir dapat dimanfaatkan untuk menangkap panas sinar matahari yang energinya dapat dimanfaatkan sebagai stasiun pengisian bagi kendaraan bertenaga listrik. (OL-07)
